Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Artikel Peneliti

PDFCetakEmail

Sabtu, 22 Mei 2010 06:25

Pengaruh Pupuk NPK Majemuk Terhadap Hasil Padi Varietas Ciherang
dan Sifat Kimia Tanah Inceptisol, Bogor

J. Purnomo

ABSTRAK

Varietas padi dan pengelolaan hara pupuk menentukan hampir 75% dari target produksi yang diinginkan. Waktu pemberian, takaran, cara dan jenis pupuk yang diberikan sangat menentukan tingkat efisiensi pemupukan. Untuk mengetahui pengaruh pupuk NPK majemuk terhadap perubahan sifat kimia tanah dan hasil padi telah dilakukan penelitian pada tanah Inceptisol, Bogor dengan menggunakan tanaman padi varietas Ciherang. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 8 perlakuan dan diulang 3 kali. Perlakuan yang diberikan adalah tanpa pupuk, NPK tunggal takaran rekomendasi yaitu 300-100-100, dan lima tingkat takaran pupuk NPK Majemuk (17-6-9). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman padi respon terhadap pemberian pupuk N, P, K baik dalam bentuk tunggal dan Majemuk. Pemberian NPK Majemuk hingga takaran 450 kg/ha dapat meningkatkan kadar N dan P tanaman. Kadar N tanaman umur 6 MST adalah 1,59% meningkat menjadi 2,84 – 3.35% dengan pemberian 300 kg urea/ha. Tanpa NPK, kadar P tanaman sekitar 0,21% meningkat menjadi 0,23% pada perlakuan NPK Tunggal (100 kg SP 36) dan pupuk majemuk NPK. Pengaruh takaran NPK Majemuk nyata meningkatkan bobot jerami kering saat panen (Y = 5,6 + 0.004 x – 7.10-6 x2, R2 = 0.60), serapan P pada 6 MST (Y = 2.94 + 0.007 x – 8.10-6 x2, R2 = 0.79), serapan P saat panen (Y = 3.81 + 0.01 x – 1.10-5 x2, R2 = 0.65), hasil gabah (Y = 4.8 + 0.012 x – 2.10-5 x2, R2 = 0.86), di mana x adalah takaran pupuk majemuk (kg/ha). Pada saat primordia, tanpa NPK menghasilkan 12 anakan/rumpun meningkat menjadi 20 anakan/rumpun dengan pemberian NPK Majemuk 600 kg/ha. Takaran terbaik NPK Majemuk adalah 150 kg /ha (hara N disetarakan dengan 135 kg N/ha) yang menghasilkan 7,09 ton GKP/ha.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

 

PDFCetakEmail

Sabtu, 22 Mei 2010 06:18

Takaran Pupuk P untuk Tanaman Jagung pada Tanah Berkesuburan Kimia Sedang

L. R. Widowati dan D. Setyorini

ABSTRAK

Pemupukan berimbang memegang peranan penting dalam upaya meningkatkan hasil tanaman jagung. Salah satu unsur hara makro yang sangat diperlukan tanaman adalah fosfor. Anjuran (rekomendasi) pemupukan harus dibuat lebih rasional dan berimbang berdasarkan kemampuan tanah menyediakan hara dan kebutuhan tanaman akan unsur hara. Berkaitan dengan hal tersebut telah dilakukan penelitian dengan tujuan menentukan takaran optimum untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada tanah berkesuburan kimia sedang. Penelitian dilakukan pada tanah Inceptisols dari Cibungbulang Bogor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (Randomize Block Design) dengan 7 perlakuan (Kontrol lengkap; 0P+BO; TSP Standar 150 kg/ha+BO; TSP Wika Agro 50+BO; 100+BO; 150+BO; 200+BO); dan 3 ulangan.  Sumber bahan organik adalah Pukan kambing dengan takaran 2 t/ha. Tanaman indikator yang digunakan adalah tanaman jagung var. hibrida P-12. Selain pupuk TSP, tanaman jagung dipupuk dengan 400 kg urea, 100 kg KCl dan serta 2 ton pupuk kandang per ha. Hasil penelitian diperoleh Hasil jagung tertinggi dicapai pada perlakuan TSP Wika Agro 200 kg/ha sebesar 8.960 kg/ha dengan nilai RAE 266. Usahatani jagung hibrida cukup menguntungkan, ditunjukkan dengan nilai B/C > 1. Nilai B/C tertinggi diperoleh pada perlakuan TSP Wika Agro 50 yaitu 1,94. Takaran terbaik pada tanah Inceptisol Cibungbulang-Bogor dengan tingkat kesuburan sedang dan berstatus P tanah tinggi (P-Olsen) berdasarkan produksi jagung pipilan kering (8.830 kg/ha) dan penghitungan ekonomi (B/C  ratio = 1,94), adalah pada takaran 50 kg TSP Wika Agro per hektar.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

 

PDFCetakEmail

Sabtu, 22 Mei 2010 06:15

Interaksi Pemberian Kapur pada Pemupukan Urea Terhadap Kadar N Tanah
dan Serapan N Tanaman Jagung (Zea mays. L)

Ibrahim A.S dan A. Kasno

ABSTRAK

Penurunan produksi, ketidak seimbangan hara didalam tanah dan tercemarnya lingkungan pertanian merupakan alasan mengapa penelitian yang berjudul “Interaksi Pemberian Kapur pada Pemupukan Urea Terhadap Perubahan Kadar N Tanah dan Serapan N Tanaman jagung”, perlu dilakukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan urea dan penambahan kapur terhadap pertumbuhan tanaman, pH tanah dan dinamika   N mineral (N-NH4+ dan N-NO3-) pada tanah Andisol. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium mini N-Balance Salatiga dan rumah kaca menggunakan contoh tanah Typic Hapludans dari Kopeng Kabupaten Semarang dan Thaptic Endoaquands dari Punthuk Rejo Kabupaten Karang Anyar. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (Randomized Complete Design) factorial dengan 2 faktor. Lima taraf pemberian urea masing-masing 0 kg/ha, 125 kg/ha, 250 kg/ha, 375 kg/ha dan 500 kg/ha dan taraf penambahan kapur (tanpa dikapur dan diberi kapur sesuai dengan hasil analisis tanah pada masing-masing contoh tanah). Parameter yang di ukur meliputi: Tinggi tanaman, bobot kering tanaman, serapan N , pH tanah, kadar N-NH4+ dan N-NO3-. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kapur yang ditambahkan untuk mencapai pH tanah optimum (6,5) adalah 17,01 ku/ha (Kopeng) dan 12,60 ku/ha (Karang Anyar). Takaran urea nyata berpengaruh terhadap tinggi tanaman,bobot kering tanaman dan serapan N tanaman. Serapan N tertinggi diperoleh pada perlakuan (500 kg/ha urea tanpa kapur) yaitu sebesar 80,50 mg tan-1 (Kopeng) dan 37,15 mg tan-1 (Karang Anyar). Takaran urea sebesar 500 kg/ha menghasilkan kadar N-NH4+ tertinggi untuk kedua jenis tanah, masing-masing 35,45 mg/kg (Kopeng) dan 60,46 mg/kg (Karang Anyar) sedangkan hasil terendah didapatkan pada perlakuan takaran urea 250 kg/ha tanpa dikapur 6,94 mg/kg (Kopeng) dan 8,09 mg/kg (kontrol) untuk Karang Anyar. Sedangkan N-NO3- tertinggi dihasilkan pada tanah yang dipupuk urea dengan takaran 375 kg/ha yaitu 9,45 mg/kg (Kopeng) dan 9,14 mg/kg (Karang Anyar), terendah pada perlakuan kontrol 3,53 mg/kg (Kopeng) dan 2,12 mg/kg (Karang Anyar). Peningkatan pH tanah berdampak pada penurunan kadar N-NO3- dalam tanah dan kadar N-NO3- itu sendiri ternyata berpengaruh terhadap jumlah serapan N tanaman.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

 
 

PDFCetakEmail

Jumat, 21 Mei 2010 23:01

Pemupukan Lahan Sawah Bermineral Liat 2:1 untuk Padi Berpotensi Hasil Tinggi

A. Kasno dan Nurjaya

ABSTRAK

Padi merupakan makanan pokok yang mempunyai nilai strategis dalam keamanan pangan nasional. Swasembada beras dicapai pada tahun 1984, namun tidak dapat dipertahankan. Penyebabnya antara lain penurunan luas lahan sawah subur, dan penurunan laju kenaikan produksi. Untuk memperbaiki produksi padi telah dilepas beberapa padi varietas unggul tipe baru dan hibrida yang berpotensi hasil tinggi. Konsekuensi penggunaan padi varietas berpotensi hasil tinggi jumlah hara yang dibutuhkan juga lebih tinggi, sehingga bila takaran pupuk yang diberikan sesuai dengan yang diberikan pada varietas unggul biasa produksinya tidak akan optimum. Hasil padi tinggi selain ditentukan takaran pupuk yang tepat perlu diketahui kombinasi pemupukan yang tepat antara unsur hara makro, makro sekunder, mikro dan bahan organik, juga ditentukan kemampuan tanah menyediakan hara N, P dan K. Oleh karena itu juga perlu dilakukan penelitian pengelolaan hara terpadu pada tanah yang bermineral liat dominan 2:1. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh pemupukan lahan sawah dan kemampuan tanah menyediakan hara N, P, dan K pada tanah bermineral liat 2:1 untuk padi berpotensi hasil tinggi. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok, 10 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan penelitian di lapang merupakan kombinasi pemupukan N, P, K dan S dengan jerami, pupuk kandang, dan hara mikro. Percobaan rumah kaca terdiri dari 4 perlakuan: NPK, NP (-K), NK (-P), dan PK (-N). Contoh tanah yang digunakan berasal dari lokasi penelitian lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah di lokasi penelitian di Desa Sukowiyono bermineral liat 2:1 (smektit), bersifat basa (pH H2O 7,8), kadar C-organik dan N-total rendah, kadar P dan K tinggi. Kation dalam tanah didominasi oleh hara Ca, hara Zn dan Cu tinggi. Penggunaan jerami, hara S, Cu dan Zn pada pemupukan NPK tidak dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah anakan. Penambahan hara S dan Zn pada pemupukan NPK dapat meningkatkan hasil padi dari 6,67 menjadi 7,22 t/ha. Sedangkan penambahan jerami, pupuk kandang dan pupuk ZA tidak berpengaruh terhadap berat gabah kering panen. Penggunaan jerami dan pupuk kandang, hara mikro Cu dan Zn cenderung meningkatkan hara N tanah. Sedangkan penambahan kombinasi NPK, S, Cu, Zn dan bahan organik tidak meningkatkan kadar N tanah. Penggunaan jerami pada pemupukan NPK meningkatkan kadar K-dd dari 0,29 menjadi 0,34 Cmol(+)/kg. Tanah di Sukowiyono masih mampu menyediakan hara P dan K yang cukup, sedangkan hara N harus ditambah untuk menghasilkan padi yang optimal.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

 

PDFCetakEmail

Jumat, 21 Mei 2010 22:58

Peranan Pupuk Organik Sipramin sebagai Subtistisi  Pupuk N terhadap Sifat Kimia Tanah
dan Hasil Padi Sawah Pada Inceptisol

Nurjaya dan D. Setyorini

ABSTRAK

Sipramin merupakan hasil sampingan dari suatu produk indsutri dengan kandungan N yang relatif tinggi. Penggunaan Sipramin sebagai pupuk organik pada tanaman pangan dan perkebunan di masyarakat masih menimbulkan pendapat yang berbeda terhadap sifat kimia tanah. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui peranan pupuk Sipramin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah, serta sifat kimia tanah. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli 2006 - Maret 2007 di Instalasi Rumah Kaca Sindangbarang Balai Penelitian Tanah, Bogor menggunakan  tanah Inceptisol dari Cicadas, Bogor. Rancangan yang digunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 11 perlakuan diulang 5 kali. Perlakuan terdiri atas: kontrol; ½, ¾ dan 1 takaran pupuk N dikombinasikan dengan pupuk PK + Sipramin takaran 4.000 l/ha; pupuk PK masing-masing dikombinasikan dengan Sipramin takaran 0, 2.000, 3.000, 4.000 dan 5.000 l/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk Urea yang dikombinasikan dengan pupuk Sipramin takaran 4.000 l/ha serta pemberian 4 tingkat pupuk organik Sipramin  takaran 2.000- 5.000 l/ha + pupuk PK secara umum dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi, jumlah daun dan bobot jerami setara dengan pemberian pupuk NPK. Pemberian pupuk Sipramin sampai takaran 5.000 l/ha dikombinasikan dengan pupuk PK belum menunjukkan takaran optimum untuk tanaman padi sawah di rumah kaca. Pemberian pupuk Sipramin secara kuantitatif cenderung menurunkan pH tanah terekstrak H2O; meningkatakan N-total tanah, P-tersedia terekstrak Bray 1 dan K dapat ditukar (Kdd) dibandingkan dengan tanpa pemberian pupuk Sipramin.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional dan Dialog Sumberdaya Lahan Pertanian. Buku II: Teknologi Pengelolaan Sumberdaya Lahan. Bogor, 18-20 November 2008. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian

 
 

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Travel Turne Tranzito