Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

PDFCetakEmail

EFIKASI FORMULA PEMBENAH TANAH BIOCHAR DALAM BERBAGAI BENTUK (SERBUK, GRANUL, DAN PELET)
DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAHAN KERING MASAM TERDEGRADASI

N.L. Nurida, Sutono, A. Dariah, dan A. Rachman

ABSTRAK

Kondisi lahan kering terdegradasi termasuk lahan tidur (lahan alang-alang) umumnya ditandai dengan struktur tanah yang jelek, kandungan C-organik sangat rendah, dan kemampuan meretensi air rendah. Dalam kondisi tanah yang demikian, pemberian pembenah tanah sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas tanah tersebut. Bahan pembehan tanah alami yang mulai digunakan pada beberapa tahun terakhir adalah arang (biochar) yang berasal dari residu atau limbah pertanian seperti kayu-kayuan, tempurung kelapa, sekam dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji berbagai bentuk formula pembenah tanah biochar dalam memperbaiki kualaitas lahan kering masam terdegradasi dan mendapatkan kemasan (bentuk) pembenah tanah biochar yang paling tepat untuk masing-masing bahan baku biochar yang berbeda. Formula pembenah tanah yang diuji merupakan hasil penelitian terdahulu (2008) yaitu tiga formula pembenah tanah terbaik (SP75, SP50 dan KS50) dengan dosis tertentu 2,5 t/ha. Percobaan di rumah kaca menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 (tiga) ulangan, perlakuan adalah sebagai berikut: 1) Tanpa pembenah tanah, 2) Pembenah SP75, padat, 3) pembebah tanah SP75, serbuk, 4) pembenah tanah SP75, pelet, 5) pembenah tanah SP50, padat, 6) pembenah tanah SP50, serbuk, 7) pembenah tanah SP50, pelet, 8) pembenah tanah KS50, padat, 9) pembenah tanah KS50, serbuk, dan 10) pembenah tanah KS50 pelet. Bahan tanah diambil dari Kebun Percobaan Tamanbogo dan menggunakan pot berukuran 15 kgdan menggunakan indikator tanaman untuk melihat pengaruhnya terhadap sifat tanah dan tanaman. Parameter yang diamati meliputi (1) sifat fisik tanah: BD, porositas dll., (2) sifat kima tanah: pH, KTK, C-organik, N, P, dan K dan (3) sifat biologi tanah: respirasi mikroorganisme, (4) pertumbuhan tanaman dan berat biomas. Formula pembenah tanah berbahan baku biochar limbah pertanian (SP75, SP50 dan KS50) dalam bentuk serbuk, granul dan pelet selama satu musim tanam mmampu meningkatkan kualitas sifat kimia (C-organik, P-tersedia, KTK) dan fisika tanah (BD dan PAT) pada tanah kering masam terdegradasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama satu musim tanam, perbedaan bentuk formula pembenah tanh belum mampu meningkatkan aktivitas mikroorganisme secara signifikan. Pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman) dan berat biomas kering pada tanah yang diberi SP75 granul yang menunjukkan efektivitas yang rendah dan tidak berbeda nyata dengan kontrol. Peningkatan tinggi tanaman akibat pemberian pembenah tanah biochar mencapai 39,7-69%, tertinggi diperoreh dari pemberian formula KS50 granul. Pemberian pembenah tanah mampu meningkatkan berat biomas kering sekitar 40-204,6%, dan tertinggi dicapai oleh SP50 serbuk. Efektivitas bentuk formula pembenah tanah biochar limbah pertanian sangat berkaitan dengan kualitas formula tersebut. Pengemasan dalam bentuk granul dan pelet akan menyebabkan adanya perbedaan kualitas formula pembenah tanah karena pengemasan dalam bentuk granul dan pelet memerlukan proses pemanasan secara tidak langsung.

Makalah diterbitkan pada Prosiding Seminar Nasional Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor, 30 November - 1 Desember 2010. Buku II: Konservasi Lahan, Pemupukan, dan Biologii Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian

Travel Turne Tranzito