Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

PDFCetakEmail

PENELITIAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI NANO UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PUPUK >25%

Ringkasan

Peningkatan produksi pangan dalam rangka mendukung program ketahanan pangan perlu di dukung oleh teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan ramah lingkungan. Penggunaan pupuk yang tidak berimbang menyebabkan tanaman kekurangan hara, dan sebaliknya menyebabkan keracunan dan polusi bila digunakan berlebihan. Teknologi nano didefinisikan oleh The US National Nanotechnology Initiative (NNI) sebagai teknologi yang memiliki fungsi kontrol dan perekayasaan atom atau molekulnya yang berukuran antara 1 hingga 100 nm (1 nm= 10-9 m). Dengan teknologi nano ini, pemberian pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman (precision farming) serta penggunaan sensor-sensor berukuran nano dimungkinkan untuk mendukung manajemen pengelolaan hara dan air (smart system farming). Dengan teknologi ini input sistem produksi pertanian dapat ditekan sedangkan produksi dapat ditingkatkan. Teknologi nano ini masih tergolong baru, bahkan di USA, Jepang dan Eropah pemerintahnya sedang giat-giatnya menanamkan investasi untuk dapat menghasilkan produk nano yang unggul termasuk di bidang pertanian. Dibandingkan dengan perkembangan teknologi nano dibidang kedokteran dan elektronika, perkembangan teknologi nano untuk bidang pertanian terutama pemupukan cukup jauh tertinggal sehingga belum banyak diketahui untuk diaplikasikan. Untuk itu sebagai lembaga penelitan yang menangani pupuk, Balittanah dengan kegiatan DIPA tahun anggaran 2010 telah mulai melakukan penelitian pendahuluan tentang teknologi nano di Indonesia. Pada kegiatan ini dilakukan studi literatur, survei serta inventarisasi teknologi nano untuk bidang pertanian terutama yang bermanfaat dalam meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk. Disamping itu pendalaman materi tentang teknologi nano dilaksanakan melalui magang atau pelatihan di LIPI dan instansi lainnya yang bertujuan untuk mempelajari pembuatan material berukuran nano. Pada kegiatan ini juga dilakukan uji mutu dan efektivitas suatu pupuk yang di klaim diproduksi dengan teknologi nano dilaksanakan di laboratorium dan rumah kaca. Hasil penelitian pendahuluan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk penelitian teknologi nano tahap selanjutnya.

Travel Turne Tranzito