|
Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan |
|
Senin, 09 November 2009 |
|

Sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan permintaan terhadapproduk pertanian maka kebutuhan akan perluasan lahan pertanian juga meningkat. Lahan yang dulunya dianggap sebagai lahan marjinal, seperti lahan gambut, menjadi salah satu sasaran perluasan lahan pertanian. Selain berpotensi memberikan tambahan devisa dan kesempatan kerja bagi masyarakat, lahan gambut juga merupakan penyangga ekosistem terpenting karena simpanan karbon dan daya simpan airnya yang sangat tinggi. Pembukaan lahan gambut merubah ekosistemnya dan menguras simpanan karbon serta menghilangkan kemampuannya menyimpan air. Dengan pengorbanan yang besar dari sisi kualitas lingkungan, penggunaan lahan gambut untuk pertanian memberikan keuntungan ekonomi yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan lahan mineral. Buku ini memberikan uraian ringkas tentang sifat lahan gambut, potensinya untuk pertanian, risiko lingkungan dan beberapa pertimbangan tentang penggunaan dan konservasi lahan gambut. Diharapkan buku ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam pengelolaan dan pengembangan lahan gambut ke depan. |
|
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 09 November 2009 )
|
|
|
Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya |
|
Senin, 09 November 2009 |
|
Ketepatan suatu rekomendasi pengelolaan lahan ditentukan oleh beberapa tahapan penelitian, seperti sebaran pengamatan, cara pengambilan contoh, pengangkutan, penyimpanan, analisis di laboratorium sampai kepada interpretasi dan pengolahan data. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu buku pedoman yang membahas tentang berbagai tahapan analisis sifat fisik tanah.Semenjak diterbitkannya buku Penuntun Analisis Fisika Tanah oleh Lembaga Penelitian Tanah tahun 1979 belum ada buku penuntun baru di bidang analisis fisika tanah. Maka, dirasakan perlu untuk membuat buku yang dapat mengadopsi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang fisika tanah. Buku ini menerangkan berbagai cara dan tahapan dalam penetapan berbagai sifat fisik tanah dengan judul ”Sifat Fisik Tanah dan Metode Analisisnya”.Buku ini memuat beberapa topik bahasan yang dikemas dalam 22 bab yang mengulas penetapan sifat fisik tanah di lapang dan di laboratorium secara berimbang, sehingga dapat digunakan dalam berbagai survai dan penelitian yang berkaitan dengan sifat fisik tanah.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 09 November 2009 )
|
|
|
Senin, 07 September 2009 |
|
Dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan, usaha berikut perlu dilaksanakan secara simultan: (i) pengendalian konversi lahan pertanian; (ii) perluasan areal pertanian; dan (iii) intensifikasi pertanian. Perluasan areal pertanian, khususnya pencetakan sawah baru, dihadapkan pada berbagai tantangan seperti rendahnya tingkat kesuburan tanah, borosnya penggunaan air kerena belum terbentuknya lapisan tapak bajak dan rendahnya aktivitas mikroba di dalam tanah. Buku ini membahas tentang tanah sawah bukaan baru, mulai dari aspek potensi lahan, genesis sampai pada pengelolaan tanah baik dari aspek kimia, fisik, biologi, maupun pengelolaan air. Faktor sosial ekonomi dan budaya juga merupakan penentu pengelolaan sawah baru secara berkelanjutan. Aspek tersebut diuraikan secara ringkas pada bab terakhir buku ini. Diharapkan buku ini dapat dimanfaatkan oleh lembaga yang bergerak di bidang perluasan areal pertanian dan pengelolaan lahan pertanian. Selain itu kalangan akademis juga mendapatkan manfaat dari buku ini. Catatan: Bagi yang menyitir artikel buku ini diwajibkan untuk mencantumkan sumbernya. |
|
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 07 September 2009 )
|
|
Baca lebih lanjut...
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 4 dari 12 |